Bupati Bireuen Buka Seminar Nasional Harlah ke-18 PGM Indonesia, Tekankan Peran Guru Bebaskan Anak dari Kebodohan
TrendRakyat | Bireuen – Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., secara resmi membuka Seminar Nasional dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-18 Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Aula Lama Setdakab Bireuen, Sabtu (8/8/2026).
Seminar yang mengusung tema “18 Tahun Mengabdi, Menguatkan Profesionalisme Guru Madrasah Menuju Madrasah Mandiri Berprestasi” tersebut digelar Pengurus Wilayah (PW) PGM Indonesia Provinsi Aceh secara hibrida, dengan melibatkan sekitar 600 peserta.
Sebanyak 250 peserta mengikuti kegiatan secara langsung di lokasi, sementara 350 peserta lainnya mengikuti seminar secara daring.
Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd.; Ketua Umum PW PGM Indonesia Provinsi Aceh, Drs. Abdul Jalil; Kasipenmad Kemenag Bireuen, Anis, S.Ag.; perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bireuen; Ketua K2MA/MTs/MA Kabupaten Bireuen; Ketua PGM Kabupaten Bireuen, Asmi; Ketua PD PGRI Kabupaten Bireuen; serta ratusan guru madrasah dari Kabupaten Bireuen dan berbagai daerah di Provinsi Aceh.
Kegiatan tersebut dipandu oleh MC, Cut Hikmi Hayati, S.Pd.
Ketua PGM Indonesia Kabupaten Bireuen sekaligus Ketua Panitia, Mudassir, S.Ag., MA, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seminar nasional tersebut. Menurutnya, 18 tahun perjalanan PGM Indonesia menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat perjuangan, kolaborasi, dan kebersamaan para guru madrasah.
“PGM telah berusia 18 tahun sebagai wadah untuk berjuang, berkolaborasi, dan saling menguatkan bagi guru madrasah,” ujarnya.
Mudassir juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, donatur, dan sponsor yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan seminar.
Sementara itu, Kepala Kankemenag Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., menegaskan pentingnya keberadaan PGM sebagai rumah bersama bagi para guru madrasah.
Ia mengatakan, guru madrasah saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama akibat perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Selain itu, guru juga dituntut untuk terus memperkuat moderasi beragama serta mampu menjaga kesehatan mental sebagai pendidik.
“Guru tidak hanya dituntut mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus mampu menjadi teladan dalam kehidupan, memperkuat moderasi beragama, serta menjaga kesehatan mental,” katanya.
Ketua Umum PW PGM Indonesia Provinsi Aceh, Drs. Abdul Jalil, mengatakan momentum Harlah ke-18 harus menjadi pengingat bagi seluruh guru madrasah untuk terus meningkatkan pengabdian dan profesionalitas.
Ia mengajak para guru untuk menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan kebahagiaan. Menurutnya, suasana batin guru sangat berpengaruh terhadap proses pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.
“Guru madrasah harus bahagia, karena hanya guru yang bahagia yang mampu mendidik dengan penuh cinta,” ujarnya.
Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa makna kemerdekaan tidak hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga terbebas dari kebodohan.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu kunci utama untuk mewujudkan kemerdekaan tersebut, sementara guru memiliki peran strategis dalam mencerdaskan generasi bangsa.
“Kemerdekaan sejati adalah ketika anak-anak bangsa merdeka dari kebodohan. Kunci untuk mencapai itu ada di tangan guru,” kata Mukhlis.
Ia menegaskan, guru bukan hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan akhlak generasi penerus.
Bupati juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang membuat guru dan peserta didik merasa bahagia. Menurutnya, guru yang bahagia akan lebih mampu mendidik dengan baik dan melahirkan generasi yang hebat serta berakhlak mulia.
“Guru yang bahagia akan melahirkan generasi yang hebat dan berakhlak,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mukhlis juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas dan profesionalisme guru.
Pemkab Bireuen, kata dia, juga akan terus memperhatikan kesejahteraan guru honorer dan guru madrasah serta mendorong penguatan pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai agama dan budaya Aceh.
Seminar nasional tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas guru madrasah sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan di era digital dan kecerdasan buatan.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama Bupati Bireuen, para pejabat, pengurus PGM, panitia, serta seluruh peserta dan undangan. (red)
