Muammar Kadafi Terpilih sebagai Presiden Mahasiswa UIA

Presiden Mahasiswa UIA terpilih, Muammar Kadafi.
TrendRakyat | Bireuen – Muammar Kadafi resmi terpilih sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Aceh (UIA) periode 2026–2027 dalam Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRA) yang diselenggarakan di Aula Teuku Chiek Abdurrahman, Universitas Islam Aceh, Peusangan, Kabupaten Bireuen, Senin (22/6/2026).
Pelaksanaan PEMIRA berlangsung demokratis dan penuh antusiasme. Ratusan mahasiswa menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pemimpin organisasi kemahasiswaan yang akan memimpin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Aceh selama satu periode mendatang.
Pada pemilihan kali ini, terdapat tiga kandidat yang bersaing memperebutkan posisi Presiden Mahasiswa, yakni Fuja Afiska, M. Faqih, dan Muammar Kadafi.
Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Islam Aceh, Edi Mizwar, dalam sambutannya menegaskan pentingnya organisasi kemahasiswaan sebagai wadah pengembangan kapasitas diri mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul dalam bidang akademik, tetapi juga harus memiliki kepedulian sosial, kemampuan komunikasi, serta jiwa kepemimpinan yang kuat.
“Melalui organisasi, mahasiswa dapat belajar bertanggung jawab, mengembangkan jiwa kepemimpinan, serta membangun kemampuan bekerja sama dalam tim. Universitas Islam Aceh berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan kemahasiswaan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan kapasitas mahasiswa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia PEMIRA 2026, Zaifal Bariq, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pemilihan Presiden Mahasiswa tahun ini mengusung tema “Mewujudkan Kepemimpinan Mahasiswa yang Aktif, Inovatif, dan Berintegritas.”
Menurutnya, tema tersebut dipilih sebagai refleksi harapan seluruh civitas akademika terhadap lahirnya pemimpin mahasiswa yang mampu membawa perubahan positif bagi organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus.
“Melalui PEMIRA ini, kami berharap akan lahir pemimpin mahasiswa yang berintegritas, visioner, serta mampu menjadi wadah aspirasi bagi seluruh mahasiswa Universitas Islam Aceh,” ungkapnya.
Usai dinyatakan terpilih, Muammar Kadafi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh mahasiswa Universitas Islam Aceh.
Dalam pidato perdananya sebagai Presiden Mahasiswa terpilih periode 2026–2027, ia menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Badan Eksekutif Mahasiswa yang transparan, aktif, inklusif, dan dekat dengan seluruh mahasiswa.
“BEM harus menjadi rumah bersama bagi seluruh mahasiswa, tempat aspirasi didengar, ide dikembangkan, dan kolaborasi diwujudkan. Saya berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berkontribusi, menyampaikan kritik, saran, maupun gagasan demi terciptanya organisasi kemahasiswaan yang lebih baik,” katanya. (red)