Digagas Pimpinan DPRK Bireuen, Ratusan Relawan Bersihkan Pantai Cemara Peringati Hari Laut Sedunia

Surya Dharma memimpin para peserta memungut sampah di Pantai Cemara, Desa Lingka Kuta, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Sabtu (20/6/2026).
FOR TREN RAKYAT
TrendRakyat | Bireuen – Semangat kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui aksi bersih pantai yang melibatkan ratusan relawan di kawasan wisata Pantai Cemara, Gampong Lingka Kuta, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan yang digagas Pimpinan DPRK atau Wakil Ketua DPRK Bireuen dari Fraksi PKB, Surya Dharma SH itu, digelar dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia (World Ocean Day) dan menjadi ajang edukasi lingkungan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Aksi ini diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur, di antaranya siswa dan guru dari SMK Negeri 1 Gandapura, SMA Negeri 1 Gandapura, MAN 5 Gandapura, mahasiswa HMJ Kehutanan Universitas Almuslim, HMJ Geografi Almuslim, HMJ Teknik Lingkungan, Kohati Bireuen, PII Bireuen, HMI Cabang Bireuen, Turun Tangan Bireuen, Adiwiyata Green, serta KPH Wilayah V Aceh.
Sejak pagi, para relawan menyisir kawasan Pantai Pante Cemara hingga wilayah Gampong Alue Mangki. Dengan membawa kantong sampah dan perlengkapan kebersihan, mereka mengumpulkan berbagai jenis sampah yang berserakan di sepanjang pesisir, mulai dari sampah plastik, kemasan makanan, hingga limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari laut.
Pantai Pante Cemara merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bireuen yang terus berkembang sejak diresmikan pada 5 Agustus 2023. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan turut mendorong pertumbuhan usaha kuliner masyarakat pesisir, namun juga membawa tantangan berupa meningkatnya volume sampah di kawasan wisata tersebut.
Dalam kesempatan itu, Surya Dharma yang turut terjun langsung memungut sampah bersama peserta, didampingi Ketua BKAD Gandapura yang juga Keuchik Gampong Alue Mangki, Rijalul Fadhli, dan Keuchik Gampong Lingka Kuta, Muhajir, menegaskan bahwa menjaga kebersihan laut dan pantai merupakan tanggung jawab bersama.
"Hari Laut Sedunia tidak cukup diperingati dengan kegiatan seremonial. Yang terpenting adalah aksi nyata dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Laut yang bersih akan menjaga ekosistem, mendukung sektor perikanan, meningkatkan daya tarik wisata, dan pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Surya juga mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan pemilahan sampah dari rumah tangga.
Menurutnya, sampah dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yakni sampah organik, anorganik, dan residu. Sebagian di antaranya bahkan dapat didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik.
Sementara itu, Panitia Pelaksana Aksi Bersih Pantai, Gunawan, dari HMJ Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim, memberikan edukasi kepada peserta mengenai pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta membiasakan pemilahan sampah.
"Masalah sampah tidak hanya merusak keindahan pantai, tetapi juga mengancam kehidupan biota laut dan kesehatan manusia melalui rantai makanan. Karena itu, kesadaran untuk menjaga lingkungan harus terus ditanamkan sejak dini," kata Gunawan.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat.
Aksi bersih pantai ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara generasi muda, dunia pendidikan, pemerintah desa, dan masyarakat mampu memberikan dampak positif bagi pelestarian lingkungan pesisir.
Dengan mengusung semangat "Jangan Tinggalkan Jejak Sampah, Tinggalkan Jejak Kepedulian", para peserta berharap kesadaran menjaga kebersihan laut dan pantai terus tumbuh demi mewariskan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang. (red)