BREAKING NEWS

Siswa SD Sukma Bangsa Bireuen Kunjungi Museum Rumah Aceh Pidie Jaya

Sebanyak 51 siswa kelas V-Komet dan V-Matahari SD Sukma Bangsa Bireuen mengikuti kegiatan school visit ke Museum Rumah Aceh Pidie Jaya, Kamis (16/4/2026).
For Trend Rakyat

TrendRakyat | Bireuen
- Sebanyak 51 siswa kelas V-Komet dan V-Matahari SD Sukma Bangsa Bireuen mengikuti kegiatan school visit ke Museum Rumah Aceh Pidie Jaya, Kamis (16/4/2026).

Kunjungan edukatif ini didampingi oleh empat guru, antara lain, Ika Meutia, Idawati, Nurlaili, dan Asmaul Husna. Kehadiran rombongan siswa disambut antusias oleh pihak museum.

Salah satu guru pendamping, Ika Meutia, mengatakan para siswa menunjukkan semangat tinggi selama mengikuti rangkaian kegiatan. Kegiatan diawali dengan pembagian kelompok melalui permainan yang menyenangkan.

“Selanjutnya siswa mengikuti *treasure hunt* serta menyusun puzzle edukatif tentang tujuh tokoh ulama di Pidie Jaya,” ujar Ika Meutia, didampingi Asmaul Husna.

Selain itu, para siswa juga diperkenalkan pada bangunan bersejarah, mempelajari bagian-bagian rumoh Aceh, serta mencoba berbagai permainan tradisional khas Aceh.

Selama kunjungan, siswa mengamati langsung berbagai koleksi museum, seperti peralatan rumah tangga tradisional, struktur rumoh Aceh, informasi masjid bersejarah, hingga tokoh-tokoh ulama di Pidie Jaya. Dengan bimbingan guru, mereka mencatat hasil pengamatan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Ika Meutia menambahkan, kegiatan *school visit* ini merupakan kolaborasi tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Seni Budaya dan Keterampilan (SBK).

“Dalam Bahasa Indonesia, siswa dilatih menyusun laporan hasil kunjungan. Pada Matematika, mereka mengolah data hasil pengamatan, sedangkan dalam SBK, siswa mengidentifikasi warisan budaya yang ada di museum,” jelasnya.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi siswa adalah saat menaiki ketek atau rakit yang menghubungkan area museum dengan kawasan kantor pemerintahan Pidie Jaya.

“Momen ini menjadi pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus mempererat kebersamaan antar siswa,” tambah Nurlaili.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa semakin mengenal dan menghargai warisan budaya Aceh, sekaligus meningkatkan keterampilan belajar secara terpadu. (red)



Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar