Muscab PKB Aceh Tengah, HRD Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Daerah

Ketua DPW PKB Aceh, H Ruslan M Daud (HRD), membuka Muscab PKB Aceh Tengah di Hotel Gayo Petro, Minggu (12/04/2026).
Ampon Jar/Trend Rakyat
TrendRakyat | Aceh Tengah - Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh Tengah yang digelar di Hotel Gayo Petro, Minggu (12/04/2026) berlangsung penuh semangat kebersamaan dan harapan.
Kegiatan tersebut dibuka langsung Ketua DPW PKB Aceh, H Ruslan M Daud atau yang kerap disapa HRD, dan turut dihadiri Bupati Aceh Tengah, Dr Haili Yoga MSi, Ketua DPRK Aceh Tengah, Wakil Ketua DPRA dari PKB, serta sejumlah pimpinan partai politik lainnya.
Dalam sambutannya, Ruslan M Daud menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan oleh Bupati Aceh Tengah, termasuk kebutuhan pembangunan pascabencana.
“InsyaAllah, ke depan bukan hanya sedikit, tapi lebih banyak lagi yang akan kita upayakan. Kebutuhan pascabencana ini tidak kecil, sehingga perlu perhatian serius,” ujar HRD.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya sebagai mitra kerja Kementerian PUPR akan terus mendorong realisasi berbagai program pembangunan, termasuk memenuhi permintaan para reje (kepala desa) di Aceh Tengah.
HRD turut menyinggung kondisi penanganan bencana yang hingga saat ini masih berstatus bencana daerah, bukan nasional. Meski demikian, menurutnya, keterlibatan pemerintah pusat sudah berjalan hampir seperti penanganan skala nasional.
“Secara administrasi memang menjadi tanggung jawab daerah, tetapi pemerintah pusat tidak tinggal diam,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, HRD juga memaparkan sejumlah rencana pembangunan infrastruktur strategis, termasuk proyek jembatan layang inang-inang yang saat ini masih dalam tahap perencanaan ulang. Proyek tersebut direncanakan akan ditender pada tahun 2027 dengan nilai anggaran mendekati setengah triliun rupiah.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa pembangunan jembatan permanen Werlah Bener Meriah-Aceh Tengah sebagai jalan alternatif akan dimulai, ditandai dengan peletakan batu pertama hari ini dengan nilai anggaran sekitar Rp80 Miliar.
HRD juga menegaskan, momentum pascabencana harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi, untuk mempercepat pembangunan.
"Jika ingin mendapatkan dukungan APBN, maka administrasi harus siap. Kita harus menyiapkan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pengajuan. Sedia payung sebelum hujan,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan adanya peluang anggaran dari Instruksi Presiden (Inpres) yang mencapai sekitar Rp20 triliun, yang menurutnya harus diperjuangkan bersama untuk kebutuhan daerah terdampak bencana.
Menutup sambutannya, HRD mengajak seluruh pihak untuk bersatu dan saling mendukung dalam proses pemulihan pascabencana.
“Kami hadir bukan untuk bertanding, tetapi untuk bersanding. Mari kita bersama-sama membangun daerah ini demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Dr Haili Yoga MSi, mengapresiasi perhatian HRD terhadap pembangunan daerah yang dipimpinnya.
"Dedikasi bapak H Ruslan M Daud patut diapresiasi. Sangat banyak program dibawa pulang dari Pemerintah Pusat ke Aceh Tengah. Semoga ke depan, lebih banyak lagi program pembangunan yang diberikan kepada kami," harapnya. (Ampon Jar)