Plt Kadis Dayah Aceh Dorong Transformasi Dayah Lewat Empat Program Unggulan

Plt Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin SPd I MPd I.
TrendRakyat | Banda Aceh – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan komitmennya dalam mendorong kemajuan lembaga pendidikan dayah melalui empat program prioritas strategis.
Pernyataan tersebut disampaikan Muhsin pada Senin (13/4/2026) sebagai bagian dari langkah konkret Pemerintah Aceh dalam memperkuat eksistensi dayah sebagai pilar pendidikan berbasis keislaman yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Muhsin menjelaskan, program pertama yang menjadi fokus utama adalah Elektronik Data Tunggal Dayah (E-Datuda). Program ini bertujuan membangun sistem pendataan digital terpadu seluruh dayah di Aceh guna mendukung perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
“Melalui E-Datuda, kita ingin memastikan seluruh data dayah terintegrasi dengan baik, mulai dari jumlah santri, tenaga pengajar, hingga kondisi fasilitas. Data yang akurat merupakan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan yang efektif,” ujarnya.
Selain penguatan data, Dinas Pendidikan Dayah Aceh juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya pendidik dan tenaga kependidikan. Menurut Muhsin, kualitas SDM menjadi faktor kunci dalam mencetak generasi santri yang unggul, baik dalam penguasaan ilmu agama maupun kompetensi lainnya.
Upaya tersebut akan diwujudkan melalui berbagai program pelatihan, workshop, serta peningkatan kapasitas secara berkelanjutan.
Tak hanya fokus pada aspek akademik, pemerintah juga mendorong kemandirian ekonomi melalui program pemberdayaan santri dan guru berbasis keterampilan hidup (*life skill*) serta kewirausahaan. Muhsin menegaskan, santri perlu dibekali kemampuan praktis agar mampu mandiri setelah menyelesaikan pendidikan di dayah.
“Kita ingin santri memiliki daya saing, mampu berwirausaha, dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakat,” katanya.
Program prioritas lainnya adalah pemenuhan sarana dan prasarana dayah. Muhsin menilai, lingkungan belajar yang layak dan memadai sangat penting dalam menunjang proses pendidikan yang optimal. Oleh karena itu, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan kualitas fasilitas, baik dari segi bangunan, ruang belajar, maupun kebutuhan pendukung lainnya.
Muhsin berharap keempat program tersebut dapat berjalan secara sinergis dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan dampak signifikan bagi kemajuan dayah di Aceh. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, pimpinan dayah, hingga masyarakat, untuk bersama-sama mendukung implementasi program tersebut.
“Dayah adalah warisan pendidikan yang harus kita jaga dan kembangkan. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimis dayah di Aceh akan semakin maju, berkualitas, dan mampu menjawab tantangan zaman,” pungkasnya. (Ilham)