Nafil Hirzi Raih Juara II Pilmapres 2026, Harumkan Nama Universitas Almuslim di Aceh
0 menit baca
![]() |
| Nafil Hirzi, mahasiswa Universitas Almuslim, menerima penghargaan sebagai Juara II Pilmapres 2026 tingkat LLDikti Wilayah XIII Aceh di Banda Aceh, Rabu (29/4). For Trend Rakyat |
TrendRakyat | Bireuen - Hari itu menjadi momen yang tak terlupakan bagi Nafil Hirzi. Di tengah pengumuman hasil Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2026 tingkat LLDikti Wilayah XIII Aceh, namanya disebut sebagai peraih Juara II. Sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan dirinya, tetapi juga mengharumkan nama Universitas Almuslim (Umuslim).
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini membuktikan bahwa usia dan pengalaman bukanlah penghalang untuk bersaing. Di usianya yang baru 21 tahun dan masih duduk di semester IV, Nafil mampu berdiri sejajar dengan peserta lain yang mayoritas telah berada di semester akhir.
“Alhamdulillah, ini hasil dari kerja keras dan dukungan banyak pihak,” ujar Nafil dengan nada rendah hati, Jumat (1/05/2026).
Prestasi ini terasa semakin istimewa karena Universitas Almuslim menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta yang berhasil menembus tiga besar, bersanding dengan universitas negeri ternama di Aceh.
Perjalanan Nafil menuju titik ini tidaklah biasa. Ia pernah mengenyam pendidikan selama dua tahun di Amerika Serikat, tepatnya di University of Cincinnati. Pengalaman internasional tersebut menjadi salah satu fondasi kuat dalam membentuk cara pandang dan kepercayaan dirinya.
Namun, ia memilih kembali ke tanah kelahirannya di Bireuen. Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan, melainkan karena faktor keamanan yang ia rasakan selama berada di luar negeri.
Sekembalinya ke Aceh, Nafil memutuskan melanjutkan pendidikan di Universitas Almuslim, dengan memilih Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Pilihan ini selaras dengan minatnya dalam bahasa asing serta pengalaman mengajar IT dan Bahasa Inggris yang pernah ia jalani.
Dalam ajang Pilmapres 2026, Nafil mengangkat gagasan berjudul “Utilization of Digital Media in Halal Tourism in English as an Effort to Increase Global Visibility”.
Melalui ide tersebut, ia menyoroti pentingnya peran media digital yang dipadukan dengan kemampuan bahasa Inggris dalam memperkenalkan potensi pariwisata halal ke dunia internasional. Sebuah gagasan yang tidak hanya relevan, tetapi juga visioner di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan industri pariwisata.
Persiapan menuju kompetisi ini terbilang singkat, hanya sekitar satu bulan. Namun, dengan disiplin tinggi serta bimbingan dari dosen pembimbing Misnar, MA, Nafil mampu memaksimalkan setiap waktu yang ada.
Di balik keberhasilan ini, ada peran besar para dosen dan pimpinan kampus. Wakil Rektor III Universitas Almuslim, Dr Zulfikar, yang turut mendampingi selama proses seleksi, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut.
Hal senada juga disampaikan Rektor Universitas Almuslim, Dr Marwan MPd. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk terus berkembang dan berani bersaing.
Di luar dunia akademik, Nafil adalah sosok yang aktif dan seimbang. Ia gemar membaca dan bermain basket, dua hal yang membantunya menjaga keseimbangan antara intelektualitas dan kebugaran fisik.
Berasal dari Desa Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Nafil adalah putra dari Yenni Rosana dan almarhum Fahrizzal. Latar belakangnya menjadi pengingat bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari mana saja.
Kisah Nafil Hirzi bukan sekadar tentang meraih juara. Ini adalah cerita tentang keberanian mengambil keputusan, ketekunan dalam berproses, dan keyakinan untuk melangkah lebih jauh. (red)
