BREAKING NEWS

Terkuak Sosok Kadis Pendidikan Aceh di Podcast Almuslim TV

Kadis Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, hadir mengisi podcast Almuslim Tv di Universitas Almuslim Peusangan, pada 23 April 2026.
For Trend Rakyat

TrendRakyat | Bireuen
- Almuslim TV kembali menghadirkan konten inspiratif melalui format podcast edukatif bertajuk “Strategi Transformasi SDM Aceh: Cerita dan Aksi untuk Aceh” yang tayang pada 23 April 2026 melalui kanal YouTube Almuslim TV. 

Episode ini tidak hanya menghadirkan gagasan, tetapi juga mengupas lebih dekat sosok di balik arah kebijakan pendidikan Aceh, yaitu Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Aceh, Murthalamuddin SPd MSP.

Murthalamuddin merupakan figur yang memiliki rekam jejak panjang dan teruji dalam dunia pendidikan Aceh. Lahir di Baktiya, Aceh Utara pada tahun 1970, ia menapaki perjalanan karier dari bawah dengan penuh dedikasi. Tidak hanya memulai sebagai seorang guru sekolah dasar, ia juga pernah meniti pengalaman sebagai jurnalis, yang membentuk kepekaan sosial serta kemampuannya dalam membaca realitas masyarakat. 

Kariernya terus berkembang hingga dipercaya memimpin berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie selama lima tahun, sebelum kini mengemban amanah sebagai Kadis Pendidikan Aceh.

Dikenal sebagai pemimpin yang tidak protokoler, Murthalamuddin memiliki gaya kepemimpinan yang dekat dengan guru dan lingkungan sekolah. Ia lebih memilih turun langsung ke lapangan, berdialog dengan guru dan kepala sekolah, serta menyerap aspirasi dari ruang-ruang sederhana. Baginya, pendidikan tidak hidup di atas laporan administratif, tetapi tumbuh dari interaksi nyata dan semangat kolaborasi. Pendekatan humanis ini menjadikannya figur yang dihormati karena ketulusan dan komitmennya dalam membangun pendidikan.

Dipandu oleh host Misnar MA, podcast ini berlangsung hangat dan reflektif, Misnar menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa, sehingga setiap upaya transformasi harus mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Dalam perbincangan tersebut, Murthalamuddin menegaskan bahwa visi pendidikan Aceh saat ini sejalan dengan arah pembangunan daerah dalam kerangka visi Gubernur Aceh 2024–2029, yakni “Pendidikan Hebat, Aceh Bangkit". 

Menurutnya, penguatan kualitas SDM menjadi kunci utama untuk mendorong kebangkitan Aceh. Transformasi pendidikan diwujudkan melalui langkah konkret seperti penguatan literasi, peningkatan kompetensi guru, serta optimalisasi pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

"Salah satu penekanan penting yang disampaikan Murthalamuddin adalah perubahan cara pandang terhadap makna prestasi siswa. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak lagi memaknai keberhasilan hanya dari nilai rapor semata," ujar Misnar.

Sebagai wujud nyata dari gagasan tersebut, berbagai inovasi mulai didorong, khususnya pada jenjang SMA dan SMK. Kegiatan berbasis kearifan lokal menjadi salah satu strategi untuk memberdayakan potensi siswa sekaligus mengangkat kekuatan daerah. Salah satu contoh, aktivitas siswa SMK yang memproduksi dan memasarkan berbagai produk lokal yang bahkan dipasarkan dalam kegiatan car free day. Inisiatif ini tidak hanya melatih keterampilan kewirausahaan, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap potensi lokal.

Namun demikian, ia juga mengakui masih adanya tantangan di lapangan, terutama dalam pemanfaatan dana BOS yang belum sepenuhnya mendukung pengembangan literasi, khususnya budaya menulis di kalangan guru dan siswa. Ia menegaskan bahwa transformasi tidak boleh berhenti pada kebijakan, tetapi harus hadir dalam praktik nyata di sekolah.

Koordinator Almuslim TV, Dr Hendra Saputra MPd, menyampaikan, program tayangan Poadcast ini merupakan bagian dari komitmen Almuslim TV dalam menghadirkan ruang dialog implementasi kebijakan yang berdampak dan mendorong perubahan. Almuslim TV hadir untuk mengkoneksikan antara gagasan dan aksi nyata di tengah masyarakat.

Sementara itu, Rektor Universitas Almuslim, Dr Marwan MPd, menyebutkan, program acara dari Almuslim TV ini sebagai kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan pendidikan. Ia menegaskan bahwa kampus harus menjadi garda penggerak inovasi dan bagian dari solusi dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan di Aceh.

"Semangat transformasi ini sejalan dengan nilai kearifan lokal Aceh yang sarat makna: Bijeh mulia, bangsa teuleubeh ateuh rueng donya, yang menggambarkan harapan agar generasi Aceh tumbuh menjadi bangsa yang bermartabat dan unggul di panggung dunia," sebut Marwan. (rel)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar