Peduli Dunia Pendidikan, Ceulangiek Bantu Guru dan Siswa di Bireuen
0 menit baca
![]() |
| Anggota DPRA, Ceulangiek, menyalurkan bantuan kepada salah satu SMA di Kabupaten Bireuen, Selasa (14/4). For Trend Rakyat |
TrendRakyat | Bireuen – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Rusyidi Mukhtar, atau yang kerap disapa Ceulangiek, menyerahkan bantuan kepada dua Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Bireuen, Selasa (14/04/2026).
Bantuan diberikan langsung di momentum Ceulangiek mengunjungi sekolah tersebut, sekaligus bertemu dengan para siswa dan tenaga pendidik.
Dua sekolah yang menerima bantuan Ceulangiek terdiri dari, SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng dan SMA Negeri 1 Peusangan Selatan. Di SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng, bantuan diberikan kepada 210 siswa dan 40 guru. Sementara di SMA Negeri 1 Peusangan Selatan, bantuan disalurkan kepada 220 siswa dan 45 guru.
Para siswa menerima bantuan berupa buku tulis dan pulpen untuk menunjang kegiatan belajar, sedangkan para guru mendapatkan bantuan beras sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.
Ceulangiek mengatakan, pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi daerah. Karena itu, ia ingin memastikan siswa memiliki sarana belajar yang memadai, meskipun sederhana, namun mereka perlu diperhatikan supaya tetap semangat menuntut ilmu.
"Bantuan tersebut merupakan bentuk kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, khususnya di wilayah Bireuen. Pemenuhan kebutuhan dasar siswa seperti alat tulis sangat penting agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal," ujar Ceulangiek.
Ia juga menyebutkan, perhatian terhadap guru tidak kalah penting, karena peran tenaga pendidik sangat besar dalam mencetak generasi masa depan. Bantuan beras yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan beban kebutuhan sehari-hari para guru.
“Guru merupakan ujung tombak pendidikan. Kita ingin mereka tetap fokus mendidik tanpa terlalu dibebani persoalan kebutuhan pokok. Semoga bantuan ini bisa memberi manfaat dan menjadi penyemangat untuk terus memajukan pendidikan di Aceh,” sebut putra asal Peusangan Bireuen itu. (red)
