Koalisi Gerakan Sipil Bireuen Ajak Masyarakat Ikut Aksi Jilid II pada Senin 6 April Mendatang
![]() |
| Koordinator Umum Koalisi Gerakan Sipil Bireuen, M. Akmal. For Trend Rakyat |
TrendRakyat | Bireuen – Koalisi Gerakan Sipil Kabupaten Bireuen akan kembali menggelar aksi damai jilid II yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 6 April 2026, di halaman Kantor Pemerintahan Bireuen mulai pukul 08.00 Wib hingga selesai.
Aksi tersebut merupakan lanjutan dari gerakan sebelumnya yang menyoroti belum optimalnya pemenuhan hak-hak masyarakat terdampak banjir di wilayah tersebut. Koalisi menilai masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan riil korban dengan realisasi bantuan dan penanganan di lapangan.
Koordinator Umum aksi, M Akmal, kepada Rakyat Aceh, Jumat (3/04/2026) mengaku, kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya kolektif masyarakat dalam memperjuangkan keadilan sosial bagi korban banjir.
“Fakta di lapangan menunjukkan masih adanya ketimpangan dalam distribusi bantuan serta kurangnya transparansi data. Ini yang harus kita kawal bersama,” ujar Akmal.
Melalui aksi damai ini, massa akan menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya:
1. Mendorong transparansi data korban dan penyaluran bantuan
2. Mendesak percepatan pemulihan masyarakat terdampak
3. Menuntut keadilan dalam distribusi bantuan
4. Mengawal keterbukaan informasi kepada publik
5. Meminta KPK mengusut tuntas pemanfaatan anggaran untuk pemulihan pencana
![]() |
| Brosur ajakan ikut aksi damai pada Senin, 6 April 2026 mendatang |
Koalisi juga mengajak berbagai elemen masyarakat di Bireuen untuk turut serta dalam aksi tersebut, mulai dari masyarakat umum, mahasiswa, pemuda, hingga organisasi sipil lainnya.
“Aksi ini dilakukan secara damai, terbuka, dan bertanggung jawab. Kami percaya perubahan tidak akan datang tanpa suara, dan suara akan lebih kuat ketika kita bersatu,” sebut Akmal.
Ia menegaskan, aksi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari perjuangan untuk memastikan hak-hak korban banjir benar-benar terpenuhi.
“Ini bukan sekadar aksi, ini adalah perjuangan untuk keadilan. Korban bencana butuh bantuan orang banyak. Hari ini mereka yang merasakan dampaknya, mungkin besoknya kita. Karena itu, roda selalu berputar, hari ini kita membantu orang lain, besoknya kita yang dibantu,” tegas Akmal. (red)

