BREAKING NEWS

Janji Huntap Tak Kunjung Terwujud, Pengungsi di Bireuen Kecewa: “Kami Merasa Dibo­hongi”

Bapak Mustafa, Pengungsi asal Desa Salah Sirong Jaya

TrendRakyat | Bireuen
– Pengungsi korban banjir asal Gampong Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, mengaku kecewa terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen. Mereka menilai janji pembangunan hunian tetap (huntap) dan pencairan bantuan yang sebelumnya disampaikan, hingga kini belum terealisasi.

Kekecewaan tersebut disampaikan para pengungsi saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Senin (6/4/2026).

Salah seorang pengungsi, Mustafa, menyebutkan bahwa sebelumnya mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Doli Mardian, telah berjanji akan segera mengirimkan material untuk pembangunan huntap agar para pengungsi bersedia kembali ke kampung halaman mereka.

“Tidak ada material yang dibawa untuk pembangunan huntap seperti yang dijanjikan,” ujar Mustafa.

Ia menjelaskan, dalam kesepakatan pada Sabtu (28/3/2026), pemerintah menjanjikan pengiriman material pada keesokan harinya. Namun hingga lebih dari sepekan setelah mereka kembali ke desa, janji tersebut belum juga terealisasi tanpa penjelasan.

Selain itu, para pengungsi juga diminta membuka rekening bank guna menerima bantuan dana bagi korban banjir. Namun, hingga kini bantuan tersebut belum juga diterima.

“Kami sudah buka rekening, tapi sampai sekarang belum ada dana yang masuk. Tidak ada apa-apa, baik material maupun bantuan uang,” tambahnya.

Akibat kondisi tersebut, sebagian pengungsi terpaksa kembali tinggal di tenda darurat di kampung mereka karena belum memiliki tempat tinggal yang layak.

Hal senada disampaikan pengungsi lainnya yang juga ikut dalam aksi. Ia mengaku menyesal telah mempercayai janji tersebut hingga memutuskan meninggalkan tenda di halaman Kantor Bupati.

“Ternyata kami merasa dibohongi. Sekarang kami kembali tinggal di tenda darurat,” ujarnya.

Sementara itu, Doli Mardian saat dikonfirmasi usai aksi hanya menyampaikan bahwa pihaknya akan kembali mengupayakan realisasi bantuan dalam waktu dekat.

“Akan kita usahakan dalam minggu depan. Pokoknya tetap kita perhatikan,” ujarnya singkat.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Bireuen yang baru, Ir Marwan ST MT, menyatakan bahwa pembangunan huntap tetap menjadi prioritas. Namun, terdapat kendala akses menuju lokasi yang belum memungkinkan dilalui kendaraan pengangkut material.

“Pembangunan huntap terus kami maksimalkan. Kendalanya saat ini akses jalan ke Salah Sirong masih sulit dilalui truk material,” jelasnya, Rabu (8/4/2026).

Diketahui, sebelumnya sebanyak 13 kepala keluarga pengungsi mendirikan tenda darurat di halaman Kantor Bupati Bireuen. Mereka kemudian kembali ke desa setelah adanya janji pembangunan huntap dan pencairan Dana Tunggu Hunian (DTH) dari pemerintah daerah.

Hingga kini, para pengungsi masih menunggu realisasi janji tersebut sambil bertahan di tenda darurat di kampung halamannya.


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar