BREAKING NEWS

Edi Obama Turun Tangan, Bangun Huntara dari Dana Pribadi, Akhiri 25 Hari Derita Pengungsi di Halaman Kantor Bupati Bireuen ‎ ‎ ‎

Edi Obama melakukan foto bersama dengan para pengungsi di tenda halaman kantor Bupati Bireuen, Minggu (5/4/2026) dini hari.
Fadjar/Trend Rakyat

TrendRakyat | Bireuen
- Di tengah kebuntuan yang berlarut, harapan itu akhirnya datang menjelang larut malam. Sosok Edi Saputra atau yang akrab disapa Edi Obama, hadir membawa solusi nyata bagi para pengungsi korban banjir yang selama 25 hari bertahan di halaman Kantor Bupati Bireuen.

‎Tanpa seremoni, tanpa janji kosong, Edi tiba sekitar pukul 01.00 Wib, Minggu (5/4/2026), langsung menyapa para pengungsi yang telah lama menunggu kepastian. Malam itu, ia tidak hanya datang sebagai Ketua PMI, tetapi sebagai pribadi yang memilih bertindak.

‎Di hadapan para pengungsi, Edi menawarkan solusi konkret, pembangunan hunian sementara (Huntara) yang akan segera dikerjakan, bahkan menggunakan dana pribadinya.

‎“Ini murni misi kemanusiaan. Ini tanggung jawab saya. Rumah ini akan dibangun dengan dana pribadi saya,” ujar Edi tegas.

‎Keputusan itu menjadi titik balik. Setelah berminggu-minggu hidup dalam ketidakpastian di bawah tenda darurat, para pengungsi akhirnya melihat jalan keluar yang nyata.

‎M. Amin, salah satu pengungsi asal Desa Kapa, menyebut malam itu sebagai malam terakhir mereka tidur di tenda halaman kantor bupati.

‎“Bang Edi berjanji besok material langsung dibawa. Huntara mulai dibangun sembari menunggu hunian tetap (huntap) dari pemerintah. Besok kami akan berkemas dan pulang ke desa,” ungkapnya penuh haru.

‎Rasa syukur tak terbendung. Bagi mereka, Edi bukan sekadar datang membantu, ia hadir sebagai penyelamat di saat semua terasa buntu.

‎“Terima kasih kepada Bang Edi Obama. Semoga Allah membalas semua kebaikannya,” kata Amin.

‎Hal serupa disampaikan Keuchik Desa Kapa, Evendi, yang mengaku terharu atas kepedulian tersebut.

‎“Saya ucapkan ribuan terima kasih. Edi Obama telah membantu warga kami yang menjadi korban banjir,” ujarnya.

‎Dalam rencana yang telah disusun, Edi Obama akan membangun total enam unit Huntara, lima unit di Desa Kapa dan satu unit di Desa Raya Dagang. Langkah ini tidak hanya mengakhiri penderitaan para pengungsi di tenda darurat, tetapi juga mengembalikan harapan mereka untuk memulai kembali kehidupan dengan lebih layak.

‎Di saat banyak pihak masih berkutat pada prosedur dan janji, Edi memilih bergerak. Ia membuktikan bahwa kemanusiaan tidak selalu menunggu kebijakan, kadang cukup dengan keberanian untuk peduli dan bertindak.

‎Malam itu, di halaman Kantor Bupati Bireuen, sebuah krisis kemanusiaan tidak berakhir dengan rapat panjang, melainkan oleh satu keputusan, "bertindak sekarang". (Fadjar)


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar