Rektor Marwan : Pengurus Yayasan Almuslim Selalu Dorong Pembangunan Kampus Secara Maksimal
![]() |
| Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd |
TrendRakyat | Bireuen – Rektor Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen, Dr Marwan MPd, menyatakan bahwa kampus yang dipimpinnya terus mengalami perkembangan signifikan di bawah kepengurusan yayasan saat ini.
Menurut Marwan, kemajuan tersebut terlihat dari berbagai aspek, mulai dari pembangunan fisik, penambahan gedung, hingga peningkatan fasilitas kampus.
“Selama masa kepemimpinan kami, Universitas Almuslim terus berkembang, baik dari sisi infrastruktur maupun sarana pendukung lainnya. Hal ini tidak terlepas dari dukungan penuh pengurus yayasan,” ujar Marwan disela-sela acara halal bihalal di kampus setempat, Rabu (25/3/2026).
Ia menegaskan, hubungan antara pihak rektorat dan yayasan selama ini berjalan harmonis melalui sinergi dan kolaborasi yang baik. Yayasan, katanya, turut memberikan dorongan dalam setiap langkah pembangunan kampus.
“Yayasan selalu mendukung hal-hal positif yang kami lakukan. Intervensi yang dilakukan pun semata-mata demi kemajuan kampus, bukan untuk kepentingan pribadi pengurus,” jelasnya.
Marwan juga menyebutkan bahwa yayasan secara konsisten mendorong pengelolaan kampus yang profesional dan transparan. Salah satu bentuknya adalah pelaksanaan audit eksternal setiap tahun oleh akuntan independen.
“Setiap tahun kami diaudit secara eksternal. Hasil audit tersebut menjadi salah satu indikator penilaian sehingga Universitas Almuslim dapat masuk sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Aceh,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mencontohkan lahirnya Fakultas Kedokteran sebagai bukti nyata tata kelola yang baik, khususnya dalam hal penganggaran yang transparan dan akuntabel.
“Hadirnya Fakultas Kedokteran tidak terlepas dari syarat ketat, termasuk pembuktian pengelolaan anggaran melalui hasil audit. Jika kampus tidak dikelola secara transparan, tentu fakultas tersebut tidak akan bisa berdiri,” tegasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak benar terkait pengelolaan kampus. “Perlu pemahaman yang baik agar tidak menyebarkan informasi yang keliru,” pungkas Marwan. (red)
