Potret Para Pengungsi di Halaman Kantor Bupati | Tragedi Sejarah di Kabupaten Bireuen

Muhammad Azri (6 bulan) mangadu nasib bersama ibunya Murrina di bawah tenda pengungsian halaman Kantor Bupati Bireuen.
Foto Dokumen Pribadi/Akhyar Rizki (Wartawan Rakyat Aceh)
TrendRakyat | Bireuen - Para korban bencana di Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, mengaku kecewa terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) Bireuen karena hingga kini belum ada kejelasan terkait pembangunan hunian bagi mereka.
Sebagai bentuk kekecewaan sekaligus kritik terhadap pemerintah daerah, para korban mendirikan tenda pengungsian untuk menginap di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, Kamis (12/3) sore.
Berdasarkan amatan Rakyat Aceh di lokasi, terdapat lima kepala keluarga yang menyatakan akan menetap sementara di tenda tersebut. Mereka adalah M Amin bersama lima anggota keluarganya, Ruslan dengan tiga anggota keluarga, Hamli bersama tiga anggota keluarga, Jamilah dengan satu anaknya, serta Arif Ramadan bersama empat anaknya.
M Amin mengatakan, pendirian tenda tersebut merupakan inisiatif para korban sebagai bentuk protes karena pemerintah daerah belum memberikan kepastian mengenai pembangunan hunian tetap (huntap) maupun hunian sementara (huntara).
“Jika hunian tetap belum jelas kapan dibangun, setidaknya hunian sementara harus ada. Jangan biarkan kami terus berada dalam ketidakpastian,” ujar Amin.
Ia juga mengaku hingga saat ini belum menerima bantuan apa pun, termasuk Dana Tunggu Hunian (DTH) yang sebelumnya dijanjikan sebagai pengganti huntara.
Hal senada disampaikan Suratinnur, salah satu korban bencana yang turut bermalam di tenda pengungsian tersebut. Ia berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Bireuen, segera memberikan perhatian kepada para korban.
“Kami datang ke sini untuk menuntut hak kami sebagai korban bencana yang kehilangan rumah. Kami meminta kepastian kepada bupati karena hingga sekarang tidak ada usulan pembangunan huntara untuk kami,” tegasnya.
Menurutnya, para korban hanya membutuhkan kepastian terkait rencana pembangunan hunian tetap yang hingga kini belum jelas waktunya.
“Hak kami harus jelas. Jika memang dijanjikan huntap, kapan akan dibangun? Kami hanya meminta kepastian,” katanya. (red)
![]() |
| Para pengungsi merayakan lebaran di dalam tenda yang dipasang di halaman Kantor Bupati Bireuen. Dokumen Akhyar Rizki (wartawan Rakyat Aceh) |
![]() |
| Suasana malam hari di tenda Pengungsian halaman kantor Bupati Bireuen. Foto Dokumen Akhyar Rizki (wartawan Rakyat Aceh) |
![]() |
| Anak korban bencana makan malam di tenda pengungsian. Foto Dokumen Akhyar Rizki (wartawan Rakyat Aceh) |
![]() |
| Suasana malam lebaran di tenda pengungsian kantor Halaman Bupati Bireuen Foto Dokumen Akhyar Rizki (Wartawan Rakyat Aceh) |
![]() |
| Suasana menjelang magrib di tenda pengungsian halaman kantor Bupati Bireuen Foto Dokumen Akhyar Rizki (wartawan Rakyat Aceh) |





