BREAKING NEWS

Korban Banjir Alue Kuta Akhirnya Terima Haknya Setelah 15 Hari Mengungsi di Kantor Bupati Bireuen, Puluhan KK Masih Bertahan

Para korban banjir dari Gampong Alue Kuta mengaku telah menerima bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) setelah mengungsi di halaman Kantor Bupati Bireuen, Sabtu (28/3).
For Trend Rakyat

Trend Rakyat | Bireuen
– Aksi warga korban banjir dari Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, yang mengungsi di halaman Kantor Bupati Bireuen selama 15 hari akhirnya membuahkan hasil. Tuntutan mereka atas Dana Tunggu Hunian (DTH) kini telah dipenuhi.

Diketahui, pada Jumat malam, 13 Maret 2026, enam kepala keluarga (KK) mendirikan tenda dan bermalam di halaman kantor bupati sebagai bentuk protes. Mereka adalah Muhammad Ibrahim, Hufni, Mursalin, Tarmizi Daud, Anwar Kasem, dan Nasruddin Hasan, bersama total anggota keluarga masing-masing.

Keenam keluarga tersebut mengaku mewakili 11 KK korban banjir lainnya di Gampong Alue Kuta yang menuntut hak berupa DTH. Bantuan tersebut sebelumnya dijanjikan pemerintah sebagai pengganti hunian sementara (huntara) yang tidak diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten ke pemerintah pusat.

Setelah lebih dari dua pekan bertahan di pengungsian, para korban akhirnya menerima bantuan tersebut. Pada Jumat (27/3), mereka kembali ke desa masing-masing dengan rasa syukur.

Salah seorang korban, Hufni, mengatakan bahwa setiap keluarga telah menerima DTH untuk tiga bulan dengan total Rp1,8 juta, atau Rp600 ribu per bulan.

“Alhamdulillah, berkat aksi kami mengungsi di halaman kantor bupati, akhirnya hak kami diberikan. Mungkin tanpa aksi ini, kami tidak akan terdata sebagai penerima DTH,” ujar Hufni, Sabtu (28/3).

Ia juga menyebutkan bahwa sebanyak 11 KK telah menerima buku rekening dari Bank Syariah Indonesia (BSI), dan dana bantuan telah dicairkan.

Hal senada disampaikan Mursalin. Ia mengaku bersyukur atas hasil perjuangan mereka selama mengungsi.

“Perjuangan kami tidak sia-sia. Jika tidak mengungsi di kantor bupati, mungkin hak kami belum diberikan sampai sekarang,” katanya.

Meski telah menerima DTH, para korban berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan hunian tetap serta memenuhi hak-hak lainnya.

* 12 KK Korban Masih Bertahan di Tenda Halaman Kantor Bupati Bireuen

Sementara itu, hingga Sabtu malam (28/3), masih terdapat sejumlah pengungsi yang bertahan di halaman Kantor Bupati Bireuen. Tercatat lima KK dari Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, serta tujuh KK dari Gampong Raya Dagang masih menunggu kepastian bantuan.

Saat ini, masih berdiri lima tenda di lokasi pengungsian, terdiri dari tiga tenda berwarna kuning dan dua tenda putih. (red)



Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar