Rusyidi Mukhtar Dorong Qanun Khusus Pembangunan Masjid, Irigasi dan RS Regional Bireuen Jadi Perhatian

Wakil Ketua Komisi I DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar Ceulangiek, menggelar Reses III DPRA Tahun 2026 di daerah pemilihan Kabupaten Bireuen, Selasa malam (13/10/2026).
FOR TREND RAKYAT
TrendRakyat | Bireuen – Wakil Ketua Komisi I DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar yang akrab disapa Ceulangiek, mendorong pemerintah memberikan perhatian serius terhadap sejumlah kebutuhan mendesak masyarakat. Mulai dari penyusunan qanun khusus untuk mempermudah pembangunan dan rehabilitasi masjid, pembangunan irigasi Moun Sike Pulot di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, hingga penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Regional Bireuen yang hingga kini masih terbengkalai.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Reses III DPRA Tahun 2026 di daerah pemilihan Kabupaten Bireuen, Selasa malam (13/10/2026). Sejumlah persoalan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat itu diharapkan dapat diperjuangkan agar masuk dalam perencanaan program pembangunan tahun 2027.
Ceulangiek menilai, pembangunan rumah ibadah, ketersediaan infrastruktur pertanian, dan peningkatan fasilitas kesehatan merupakan kebutuhan penting yang harus mendapat perhatian pemerintah melalui kebijakan dan program yang tepat sasaran.
"Terkait pembangunan masjid, kami mendorong adanya regulasi khusus melalui qanun yang dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam proses pembangunan maupun rehabilitasi rumah ibadah. Menurutnya, kendala administratif, termasuk persyaratan Surat Keputusan (SK) hibah, perlu dicarikan solusi agar tidak menghambat pembangunan masjid," ujar sapaan Ceulangiek itu.
Ia berharap, Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam (DSI) dapat mengkaji dan merumuskan regulasi yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, sehingga proses pembangunan masjid dapat berjalan lebih mudah, tertib, dan akuntabel.
Selain itu, penambahan jaringan irigasi Moun Sike Pulot di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng juga menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diperjuangkan. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menunjang ketersediaan air bagi lahan pertanian masyarakat, sekaligus menjaga dan meningkatkan produktivitas petani.
Menurutnya, pembangunan maupun peningkatan jaringan irigasi harus menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah. Dengan dukungan infrastruktur pengairan yang memadai, kebutuhan air untuk pertanian di kawasan tersebut diharapkan dapat terpenuhi dengan lebih baik.
Di sektor kesehatan, Ceulangiek turut menyoroti pembangunan Rumah Sakit Regional Bireuen yang hingga kini belum tuntas. Ia menilai, penyelesaian proyek tersebut perlu mendapat perhatian serius agar fasilitas kesehatan yang telah direncanakan dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Keberadaan rumah sakit regional diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan di Kabupaten Bireuen dan wilayah sekitarnya. Dengan fasilitas yang memadai, masyarakat diharapkan memperoleh akses layanan medis yang lebih baik tanpa harus selalu dirujuk ke daerah lain.
"Karena itu, pemerintah diminta mengevaluasi berbagai kendala yang menyebabkan pembangunan rumah sakit tersebut belum selesai, sekaligus merumuskan langkah konkret agar proyek itu dapat dilanjutkan dan dituntaskan sesuai ketentuan yang berlaku," tegas putra Peusangan tersebut.
Ceulangiek menegaskan, berbagai aspirasi yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi pertimbangan penting dalam penyusunan program pembangunan. Kemudahan pembangunan rumah ibadah, peningkatan infrastruktur pertanian, serta penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai membutuhkan perencanaan matang dan tindak lanjut yang jelas.
Ia berharap aspirasi tersebut dapat diperjuangkan melalui koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait, sehingga berpeluang masuk dalam pembahasan serta perencanaan program pembangunan tahun 2027.
"Pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada pelaksanaan proyek, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung," katanya. (red)