PIC SPPG Samuti Makmur Soroti Rencana Penggunaan Kantin Sekolah sebagai Dapur MBG

Dapur SPPG Samuti Makmur, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.
FOR TREND RAKYAT
TrendRakyat | Bireuen - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, menjadi salah satu program yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah. Program tersebut ditujukan untuk memastikan para siswa memperoleh asupan makanan bergizi secara layak dan teratur.
Namun, dalam proses penjajakan lokasi untuk pembangunan atau pengoperasian dapur MBG, muncul usulan penggunaan fasilitas kantin sekolah sebagai lokasi dapur MBG. Usulan tersebut mendapat penolakan dari pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Samuti Makmur, Kecamatan Gandapura.
PIC SPPG Samuti Makmur, Zakiul Fuad, menyampaikan bahwa penolakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan fungsi dan keberlangsungan aktivitas sekolah.
Salah satu alasan utama penolakan adalah fungsi utama kantin sekolah yang harus tetap dijaga. Kantin merupakan fasilitas penunjang bagi siswa selama mengikuti kegiatan belajar mengajar, khususnya untuk memenuhi kebutuhan makanan dan minuman saat jam istirahat. Apabila dialihfungsikan menjadi dapur MBG, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu operasional kantin serta kenyamanan siswa.
Selain itu, katanya, penggunaan kantin sebagai dapur MBG dinilai berpotensi menambah beban pengelolaan pihak sekolah, terutama dalam hal kebersihan, logistik, serta pengawasan.
"Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu konsentrasi sekolah dalam menjalankan tugas utamanya, yakni menyelenggarakan proses pendidikan dan kegiatan belajar mengajar," sebut Zakiul.
Meski menolak penggunaan kantin sebagai lokasi dapur MBG, pihak SPPG Samuti Makmur menegaskan bahwa penolakan tersebut bukan berarti menolak keberadaan maupun pelaksanaan Program MBG.
Pihaknya menyatakan tetap mendukung penuh pelaksanaan program MBG di Kecamatan Gandapura dan berharap program tersebut dapat berjalan secara optimal dengan memperhatikan kondisi serta kebutuhan masing-masing sekolah.
"Penolakan ini semata-mata dilakukan agar pelaksanaan Program MBG dapat berjalan dengan baik, aman, tertib, serta tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kegiatan sekolah," demikian disampaikan PIC SPPG Samuti Makmur.
SPPG Samuti Makmur juga berharap ke depan dapat ditemukan lokasi yang lebih representatif untuk mendukung operasional dapur MBG, sehingga tujuan utama program dalam memenuhi kebutuhan gizi para siswa dapat tercapai tanpa mengganggu fasilitas dan aktivitas pendidikan di sekolah. (red)