BREAKING NEWS

Delapan Kali Sudah Operasi | Balita Asal Aceh Utara Masih Berjuang di Rumas Sakit POM Jakarta, Ibunya: "Tolong Bantu Anak Kami"

M. Alif, balita asal Gampong Tring Teupin Keube, Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara, didampingi ibunya, Juliana, masih menjalani perawatan di RSPON Jakarta, Jumat (26/9/2026), setelah mengalami kecelakaan pada Desember 2025 lalu. 
FOR TREND RAKYAT

TrendRakyat | Bireuen
– Tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Juliana bahwa perjalanan hidup bersama anaknya, M. Alif, akan berlangsung begitu panjang di rumah sakit.

Anak yang usianya baru sekitar 2,5 tahun itu seharusnya berada dalam pelukan orang tuanya, bermain dan tumbuh seperti anak-anak seusianya. Namun, sejak kecelakaan pada 2 Desember 2025, kehidupan keluarga kecil Juliana dan suaminya, Herizal, berubah drastis.

Alif mengalami kecelakaan saat musibah banjir. Bocah tersebut terserempet sepeda motor hingga mengalami luka serius pada bagian kepala.

Sejak saat itu, rumah sakit menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Perawatan Alif dimulai di RSU Cut Meutia Aceh Utara. Karena kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, Alif kemudian dirujuk ke RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.

Perjuangan itu belum berhenti. Alif kemudian harus dibawa jauh ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON), rumah sakit khusus tipe A milik Kementerian Kesehatan yang menjadi salah satu pusat rujukan nasional untuk penyakit otak dan saraf.

Hingga kini, Alif telah menjalani delapan kali operasi di tengah perjalanan pengobatan yang berlangsung berbulan-bulan.

Dan perjuangan itu masih terus berlangsung.

Jumat (25/9/2026), Alif masih menjalani perawatan di RSPON Jakarta Timur. Di tempat itulah Juliana dan Herizal bertahan, mendampingi anak mereka yang belum mengerti mengapa tubuh kecilnya harus berulang kali menjalani tindakan medis.

Bagi Juliana, setiap kali anaknya harus menjalani operasi merupakan ujian berat sebagai seorang ibu.

“Saya sebagai ibu sangat sedih melihat anak saya harus menjalani operasi sampai delapan kali. Umurnya masih dua setengah tahun. Dia masih kecil sekali. Kami hanya bisa berdoa supaya Alif kuat dan pengobatannya bisa terus berjalan,” tutur Juliana kepada media ini, Jumat (25/9/2026).

Juliana mengaku perjalanan pengobatan Alif telah menguras hampir seluruh kemampuan ekonomi keluarganya.

Sedikit demi sedikit harta benda yang mereka miliki dijual untuk membiayai kebutuhan selama menjalani pengobatan. Apa yang sebelumnya menjadi pegangan keluarga, satu per satu terpaksa dilepas demi mempertahankan harapan kesembuhan sang anak.

“Apa yang kami punya sudah hampir semuanya kami jual. Selama ini kami berusaha sendiri untuk pengobatan Alif. Kami tidak ingin menyerah karena ini anak kami. Tapi sekarang kami sudah hampir tidak punya apa-apa lagi,” katanya.

Bagi Juliana, menjual harta bukanlah perkara mudah. Namun, ketika yang dipertaruhkan adalah kehidupan anak, tidak ada pilihan lain yang ingin dilakukan selain berusaha.

“Kalau untuk anak, sebagai orang tua kami pasti akan melakukan apa saja. Kami tidak memikirkan lagi harta. Yang penting Alif mendapat pengobatan. Tapi sekarang keadaan kami sudah sangat sulit. Yang bisa dijual juga sudah hampir tidak ada,” ujarnya.

Perjalanan dari Aceh ke Jakarta juga bukan perjalanan singkat bagi keluarga tersebut. Mereka harus meninggalkan kampung halaman dan bertahan jauh dari keluarga besar demi mendampingi Alif menjalani perawatan.

Kini, rumah sakit seolah menjadi tempat tinggal sementara bagi Juliana, Herizal dan anak mereka.

Hari-hari mereka dilalui dengan menunggu perkembangan kondisi Alif, mendampingi setiap proses perawatan dan memikirkan bagaimana kebutuhan berikutnya dapat dipenuhi.

“Kami sekarang di Jakarta karena Alif masih dirawat. Kami harus tetap berada di sini mendampingi dia. Tetapi hidup di Jakarta tentu membutuhkan biaya. Kami harus memikirkan makan, kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan lainnya. Sementara uang kami sudah sangat terbatas,” kata Juliana.

Dalam kondisi seperti itu, Juliana mengaku tidak lagi tahu harus meminta bantuan kepada siapa.

Namun sebagai seorang ibu, ia tidak ingin menyerah.

“Saya tidak mau menyerah. Selama masih ada harapan untuk anak saya, kami akan tetap berusaha. Tetapi sekarang kami benar-benar membutuhkan bantuan. Kami sudah tidak mampu lagi kalau harus menanggung semuanya sendiri,” ucapnya.

Suara Juliana menyimpan harapan sekaligus kekhawatiran. Ia berharap kondisi ekonomi keluarganya tidak menjadi alasan pengobatan Alif terhenti.

“Yang paling saya takutkan adalah kalau pengobatan anak saya terganggu karena kami tidak punya biaya untuk kebutuhan selama di Jakarta. Kami hanya ingin Alif terus mendapatkan pengobatan sampai selesai. Kami ingin dia sembuh dan bisa pulang bersama kami,” tuturnya.

Ia mengatakan, sebagai ibu, dirinya hanya ingin melihat anaknya kembali menjalani kehidupan normal.

Bukan meminta sesuatu yang mewah, bukan pula mengharapkan kehidupan berlebihan. Juliana hanya ingin suatu hari nanti dapat membawa anaknya pulang dalam keadaan lebih baik setelah perjalanan panjang melewati berbagai rumah sakit dan delapan kali operasi.

“Saya ingin sekali membawa Alif pulang dalam keadaan sehat. Saya ingin melihat dia bermain lagi. Saya ingin mendengar dia tertawa seperti anak-anak lainnya. Kami sudah melewati banyak sekali hal selama pengobatan ini,” katanya.

Perjalanan tersebut juga menjadi ujian bagi keluarga kecil itu. Dari Aceh Utara, mereka harus mengikuti proses pengobatan hingga Banda Aceh dan akhirnya sampai ke Jakarta.

Setiap perpindahan rumah sakit dilakukan demi mendapatkan penanganan terbaik bagi Alif.

Namun, semakin panjang proses pengobatan, semakin berat pula beban yang harus ditanggung keluarga.

“Kami sudah lama berobat. Bukan baru beberapa hari. Dari sejak kecelakaan sampai sekarang, hidup kami hampir semuanya untuk pengobatan Alif. Kami hanya berharap ada orang yang mau membantu kami,” ujar Juliana.

Kini, Juliana mengetuk hati masyarakat luas.

Ia berharap para dermawan, lembaga sosial, pemerintah, maupun para wakil rakyat asal Aceh yang berada di Senayan dapat ikut memperhatikan kondisi anaknya.

Secara khusus, ia berharap anggota DPD RI asal Aceh dan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Aceh dapat membantu mencarikan jalan keluar bagi kebutuhan pengobatan dan kehidupan keluarganya selama berada di Jakarta.

“Kami mohon kepada siapa saja yang bisa membantu Alif, tolong bantu kami. Kepada para dermawan, pemerintah dan wakil rakyat dari Aceh, kami sangat berharap ada perhatian untuk anak kami. Kami sudah berusaha sampai batas kemampuan kami,” pintanya.

Juliana mengatakan dirinya tidak memiliki banyak kata untuk menggambarkan kondisi yang sedang dihadapi keluarganya.

Ia hanya berharap masih ada pintu pertolongan yang terbuka.

“Kami sebagai orang tua sudah berusaha semampu kami. Harta sudah banyak yang terjual. Sekarang kami hanya bisa meminta pertolongan kepada orang-orang yang masih peduli. Tolong bantu Alif agar pengobatannya tetap bisa berjalan,” katanya.

Di tengah panjangnya perjalanan pengobatan tersebut, Juliana tetap berusaha kuat di hadapan anaknya.

Sebagai seorang ibu, ia sadar bahwa Alif membutuhkan dirinya untuk tetap berada di sampingnya. Karena itu, meski lelah dan kondisi ekonomi semakin sulit, ia memilih bertahan.

“Saya harus kuat di depan anak saya. Walaupun sebenarnya hati saya sedih sekali. Saya hanya bisa berdoa setiap hari agar Alif diberi kekuatan dan kesembuhan. Kami ingin sekali anak kami sembuh,” ucapnya.

Kini, harapan keluarga itu tertuju kepada kepedulian banyak pihak.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berarti untuk meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi dukungan agar perjuangan Alif yang telah berlangsung berbulan-bulan tidak berhenti di tengah jalan.

Bagi Juliana dan Herizal, perjalanan panjang tersebut belum selesai. Anak mereka masih berada di ruang perawatan RSPON Jakarta Timur.

Dan di sisi tempat tidur sang anak, seorang ibu masih setia menunggu, membawa satu harapan sederhana: suatu hari nanti Alif bisa pulang, sembuh, dan kembali menikmati masa kecilnya.

*DATA ALIF

- Nama: M. Alif

- Usia: 2,5 tahun

- Alamat: Gampong Tring Teupin Keube, Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara

- Kecelakaan: 2 Desember 2025.

- Riwayat perawatan: RSU Cut Meutia Aceh Utara, RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dan RSPON Jakarta

- Riwayat operasi: Telah menjalani 8 kali operasi

- Kondisi saat ini: Masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON), Jakarta Timur.

Keluarga Juliana dan Herizal saat ini membutuhkan dukungan dari masyarakat, para dermawan, lembaga sosial, pemerintah, serta wakil rakyat asal Aceh di tingkat nasional.

Bantuan dapat digunakan untuk membantu kebutuhan keluarga selama mendampingi Alif menjalani perawatan di Jakarta, sekaligus meringankan beban keluarga yang telah menghabiskan sebagian besar harta benda untuk perjalanan pengobatan anak mereka. (aul)



Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar