Rusyidi Mukhtar Ajak Mahasiswa Baru UIA Jadi Agen Perubahan dan Jauhi Narkoba
TrendRakyat | Bireuen - Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan Bireuen sekaligus Anggota DPR Aceh, Rusyidi Mukhtar atau yang akrab disapa Ceulangiek, mengajak mahasiswa baru Universitas Islam Aceh (UIA) Peusangan, untuk tumbuh menjadi generasi berilmu, berkarakter, serta mampu tampil sebagai agen perubahan di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.
Pesan tersebut disampaikan Ceulangiek saat memberikan arahan dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027 UIA Peusangan, Senin (31/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Ceulangiek mengingatkan mahasiswa agar mampu menggunakan perkembangan teknologi digital secara bijak. Menurutnya, kemajuan teknologi dan berbagai aplikasi digital seharusnya dimanfaatkan untuk memperluas wawasan, meningkatkan kreativitas, membangun jejaring, serta menunjang proses pendidikan.
“Teknologi harus kita manfaatkan untuk hal-hal yang positif. Jangan sampai kemajuan teknologi justru membuat kita terjebak dalam perilaku yang merugikan diri sendiri dan menghancurkan masa depan,” pesan Ceulangiek.
Ia menilai, mahasiswa sebagai generasi muda memiliki posisi strategis dalam menghadapi perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat. Karena itu, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus mampu menciptakan gagasan dan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ceulangiek menegaskan, UIA merupakan perguruan tinggi yang memadukan pendidikan agama dengan ilmu pengetahuan umum. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk membangun kapasitas intelektual sekaligus memperkuat karakter, moral dan spiritual.
Sebagai kampus wakaf di bawah naungan Yayasan Almuslim Peusangan, katanya, UIA diharapkan terus berkembang dan mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas serta kepedulian terhadap masyarakat, daerah dan bangsa.
Dalam arahannya, Ceulangiek juga memberikan perhatian khusus terhadap ancaman narkotika dan berbagai bentuk penyalahgunaan zat berbahaya yang menyasar generasi muda.
Ia meminta mahasiswa baru untuk menjaga nama baik almamater serta menjauhkan diri dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Menurutnya, perkembangan modus penyalahgunaan zat berbahaya saat ini harus menjadi perhatian serius seluruh generasi muda.
“Jangan pernah mencoba narkoba. Banyak modus dan jenis zat yang harus kita waspadai, termasuk penyalahgunaan vape dengan kandungan zat tertentu, ganja, sabu cair maupun obat-obatan seperti tramadol. Jangan sampai pendidikan dan masa depan kita hancur karena salah pergaulan,” tegasnya.
Ceulangiek mengingatkan mahasiswa agar memiliki keteguhan diri dan tidak mudah terpengaruh lingkungan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kemampuan mahasiswa menjaga diri, memilih lingkungan pergaulan dan mengambil keputusan yang tepat.
Ia berpesan kepada mahasiswa agar tidak sekadar mengejar nilai akademik. Lebih dari itu, mahasiswa harus mempersiapkan diri menghadapi persaingan global dengan memperbanyak membaca, mengikuti perkembangan zaman, membangun jaringan, meningkatkan kemampuan komunikasi serta mengembangkan kreativitas dan inovasi.
“Mahasiswa harus berani bermimpi besar. Jangan hanya berpikir bagaimana mendapatkan nilai yang bagus, tetapi pikirkan juga bagaimana setelah lulus nanti bisa memberikan manfaat dan menjawab persoalan yang ada di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sebagai Anggota DPR Aceh, Ceulangiek menyatakan kesiapan untuk ikut memperjuangkan aspirasi UIA, terutama yang berkaitan dengan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan serta dukungan terhadap mahasiswa.
Ia juga mendorong agar akses beasiswa bagi mahasiswa terus diperluas, baik melalui program internal kampus maupun dukungan dari berbagai pihak. Dengan demikian, mahasiswa yang memiliki kemampuan dan semangat belajar, khususnya dari keluarga yang membutuhkan, tetap memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
Menurutnya, kemajuan sebuah perguruan tinggi tidak dapat dibangun hanya oleh pihak kampus. Dibutuhkan kepedulian, kolaborasi dan dukungan dari berbagai elemen, termasuk pemerintah, legislatif, dunia usaha, alumni dan masyarakat.
“Memperjuangkan aspirasi kampus dan mahasiswa merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Karena dari kampus inilah kita berharap lahir generasi yang akan membawa perubahan bagi Aceh,” katanya.
Di hadapan mahasiswa baru, Ceulangiek berharap seluruh peserta PBAK dapat memanfaatkan masa perkuliahan dengan sebaik-baiknya. Ia meminta mahasiswa menjaga kepercayaan orang tua dan almamater, belajar dengan sungguh-sungguh serta aktif mengembangkan potensi diri.
Ia optimistis mahasiswa baru UIA Peusangan dapat menjadi bagian dari generasi muda yang mampu membawa perubahan positif dan berkontribusi terhadap pembangunan Aceh di masa mendatang.
“Jaga nama baik keluarga dan almamater. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, bangun karakter dan terus kembangkan kemampuan. Saya berharap dari UIA akan lahir generasi pemimpin dan agen perubahan yang membawa kemajuan bagi Aceh,” pungkas Ceulangiek. (red)
