Bupati Bireuen Dikukuhkan sebagai Wakil Koordinator FKKA Aceh
TrendRakyat | Banda Aceh - Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis ST, resmi dikukuhkan sebagai Wakil Koordinator Forum Komunikasi Pemerintahan Kabupaten/Kota Se-Aceh (FKKA) periode 2025–2030 di Banda Aceh, Kamis (10/8/2026).
Pengukuhan jajaran Dewan Pimpinan FKKA tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya Sugiarto, dan disaksikan Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE.
Dalam susunan kepengurusan FKKA periode 2025–2030, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, dipercaya sebagai Koordinator FKKA. Sementara Bupati Bireuen, Mukhlis, mengemban amanah sebagai Wakil Koordinator.
Secara keseluruhan, jajaran kepengurusan FKKA yang dikukuhkan berjumlah 23 orang, terdiri atas Koordinator, Wakil Koordinator, dan anggota. Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris Eksekutif FKKA, Bahagia.
Usai dikukuhkan, Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, menyampaikan bahwa amanah tersebut menjadi tanggung jawab besar dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpemerintah kabupaten/kota di Aceh.
Menurutnya, FKKA memiliki peran strategis sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antarkepala daerah dalam menyelaraskan berbagai program pembangunan lintas wilayah.
"Pengukuhan ini merupakan amanah besar untuk memperkuat keterhubungan dan sinergisitas antarkabupaten/kota di Aceh. Melalui FKKA, kita menginginkan program lintas daerah dapat berjalan selaras demi kesejahteraan masyarakat Bireuen dan Aceh secara luas," ujar Mukhlis.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bireuen siap mengambil peran aktif dalam memperkuat kerja sama antardaerah, khususnya dalam mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Aceh.
*Wamendagri Tekankan Soliditas FKKA
Dalam arahannya, Wamendagri Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya menjaga kekompakan, soliditas, serta membangun komunikasi yang intensif di antara seluruh anggota FKKA.
Menurut Bima Arya, koordinasi yang kuat di tingkat kabupaten/kota akan mempermudah terbangunnya sinergi dengan Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Pusat.
"FKKA harus kompak dan solid terlebih dahulu. Koordinator dan jajaran pimpinan harus aktif membangun dialog dengan seluruh anggota FKKA untuk mempermudah koordinasi, baik dengan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat. Aceh akan jauh lebih maju jika semua elemen bekerja bersama dan tumbuh bersama," ujar Bima Arya.
Selain itu, Wamendagri juga berpesan agar keberadaan sekretariat FKKA dapat diaktifkan secara optimal sebagai pusat komunikasi dan koordinasi, sekaligus menjadi ruang untuk melahirkan berbagai gagasan serta inspirasi pembangunan daerah.
Senada dengan Wamendagri, Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah, SE, berharap FKKA dapat menjadi wadah strategis bagi seluruh kepala daerah dalam memperkuat koordinasi dan mempercepat pembangunan Aceh.
"Forum ini harus menjadi tempat berkonsultasi dan berkoordinasi bagi seluruh kepala daerah demi mengakselerasi kemajuan Aceh," tutur Fadhlullah.
Sementara itu, dalam sambutan pembukanya, Koordinator FKKA, Illiza Saaduddin Djamal, mengingatkan kembali sejarah terbentuknya FKKA yang pertama kali dibentuk pada tahun 2008.
Menurut Illiza, sejak awal FKKA dirancang sebagai wadah koordinasi dan silaturahmi antarpemerintah kabupaten/kota di Aceh guna menciptakan harmoni serta memperkuat kolaborasi dalam menyukseskan berbagai program pembangunan lintas daerah.
Rangkaian acara pengukuhan ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada Wakil Menteri Dalam Negeri RI dan Wakil Gubernur Aceh oleh jajaran Dewan Pimpinan FKKA.
Setelah prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan agenda Rapat Kerja (Raker) FKKA Periode 2025–2030, sebagai langkah awal dalam merumuskan arah kerja dan memperkuat sinergi pembangunan antarkabupaten/kota di Aceh. (Red)
